Tampilkan postingan dengan label Let's Go Gempa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Let's Go Gempa. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

#LetsgoGEMPA Episode 2

Dear Sobat GEMPA, kali ini kami akan mewawancarai mahasiswa LSPR lainnya yang cukup
terkenal juga di kampus ini. Dia adalah Bukie Basudewa Mansyur, Mr LSPR 2015. Ternyata, Bukie juga menaruh perhatian tinggi loh terhadap kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak. Terlihat dari antusias Bukie dalam menjawab pertanyaan saat kami melakukan wawancara dengannya.

Bukie memiliki pengertiannya sendiri terhadap apa itu pelecehan seksual terhadap anak. Menurutnya ialah suatu tindakan yang sangat membuat sobat GEMPA kesal bila mendengar kasus seperti itu di berita. Anak-anak yang berusia dibawah umur, itu masih dalam tahap hidup yang masih membutuhkan bimbingan dari orang tua. Untuk membentuk personality menjadi orang yang baik, mereka masih belum bisa membedakan mana hal baik dan buruk.

Dengan tindakan inilah, the cognition of the child's mind might differ from what he/she could have gotten if he/she didn’t get sexually abused. Namun saat ditanya perlakuan seperti apa yang bisa dikatakan pelecehan seksual, Bukie berpendapat bahwa tindak pelecehan itu bergantung pada si pelaku.

Saat ditanya kira-kira apa penyebabnya seseorang melakukan pelecehan seksual, Bukie bilang mungkin si pelaku mempunyai masa lalu yang cukup buruk sekali sehingga dia suka berbuat semena-mena dengan anak dibawah umur. "But again, I can't know for sure, I'm not a psychiatrist." Sebagai Mr LSPR, Bukie berkeinginan untuk membuat kampanye di LSPR tentang melawan pelecehan seksual terhadap anak, guna meningkatkan kepedulian mahasiswa dengan anak-anak disekitar mereka agar terhindar dari pelecehan seksual.

Pada akhir wawancara, kami mengajak Bukie untuk menjadi sobat GEMPA. “Tent saya mau berpartisipasi. Karena korban pelecehan seksual butuh dibantu dan dibimbing agar tidak ada curbing lainnya. Therefore i want to be a part of the people that make a change in this life, because i believe that these kids need a chance to live a normal life”.

Kalau Bukie yang merupakan Mr LSPR 2015 saja mau menjadi sobat GEMPA, bagaimana dengan kamu?


Mari selamatkan generasi muda #LetsgoGEMPA
Read More




#LetsgoGEMPA Episode 1

#LetsgoGEMPA merupakan nama kampanye yang kami gunakan untuk mengkampanyekan Gerakan Anti Pelecehan Seksual terhadap Anak. Salah satu langkah pertama kami adalah dengan membangun kepedulian orang dewasa akan pentingnya mencegah anak-anak menjadi korban pelecehan seksual.  Kampanye ini kami mulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kami, yaitu lingkungan kampus.

Pada episode 1 ini, kami akan mengajak Rio Yudhoyono menjadi mahasiswa London School of Public Relations pertama yang menjadi sobat GEMPA. Rio Yudhoyono, yang akrab disapa Rio merupakan President Student League yang baru saja terpilih dalam masa jabatan 2015-2016. Rio merupakan salah satu mahasiswa aktif di kampus karena banyak berperan dalam kegiatan kampus. Rio juga memiliki perhatian khusus mengenai hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak dan generasi muda.
Sebelum mengajak Rio menjadi sobat GEMPA, kami ingin mengetahui terlebih dahulu pengertian Rio mengenai pelecehan seksual terhadap anak. Menurut Rio, pelecehan seksual terhadap anak adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang terhadap anak berkaitan dengan orientasi seks seperti kemaluan anak. Menurut Rio, seseorang yang menyentuh bagian tubuh vital anak sudah dapat dikategorikan sebagai tindakan pelecehan seksual.

President Student League terpilih ini, juga menyebutkan penyebab seseorang melakukan pelecehan seksual kepada anak. Seperti pelampiasan nafsu seseorang dan bisa juga dipicu karena sudah menjadi penyakit kelainan dalam diri seseorang. Rio juga mengungkapkan bahwa “Upaya dasar untuk mencegah perlakuan pelecehan seksual adalah dengan membekali anak dengan pengetahuan seksual. Seperti memberi tahu bagian tubuh pribadi mereka yang memang tidak boleh disentuh oleh orang lain.”

Pembekalan semacam ini dapat memberi pengertian kepada anak tentang seperti apa seharusnya mereka diperlakukan oleh orang dewasa. “Perilaku pelecehan seperti apapun bentuknya pasti akan memberikan dampak negatif. Untuk dampak jangka pendek adalah trauma. Sedangkan untuk jangka panjang, bisa berpengaruh pada psikis dan fisik anak tersebut.” Tutur Rio, ketika kami bertanya tentang dampak pelecehan anak. 

Maka dari itu, sangat penting bagi sobat GEMPA untuk menjaga anak-anak agar tidak ada korban berikutnya. Karena pelaku pelecehan seksual ini tidak dapat dilihat secara kasat mata. Sehingga kadang sulit bagi anak untuk membedakannya. Rio pun mengimbau bagi para orang tua dan juga sobat GEMPA untuk memberikan edukasi seks sedini mungkin agar anak selalu aman dan nyaman.

Di akhir wawancara kami dengan Rio, kami bertanya sekaligus mengajaknya untuk menjadi sobat GEMPA dan membantu untuk menyebarkan kampanye ini. Dan dengan yakin ia menjawab “Tentu saja, saya akan berada di barisan terdepan dalam Campaign Let's Go GEMPA ini. Karena anak adalah aset bangsa yang sangat berharga.”

Itulah tuturan Rio, President Student League STIKOM LSPR yang baru saja bergabung menjadi  sobat GEMPA, bagaimana dengan kamu?


Mari selamatkan generasi muda #LetsgoGEMPA
Read More




Kamis, 01 Oktober 2015

Untuk sobat GEMPA...

Dear sobat Gempa, halo, apa kabar? disini kita akan ngebahas tentang pelecehan seksual. Apakah kamu tahu tentang pelecehan seksual? Jadi, pelecehan seksual itu adalah setiap tindakan seksual (secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi) yang dipaksakan kepada seorang anak di bawah umur delapan belas tahun. Mungkin juga sobat Gempa mengira kalau pelecehan seksual selalu berkaitan dengan seks saja.
            Sebenarnya sobat GEMPA, pelecehan seksual dapat meliputi setiap tindakan kekerasan seksual—dari persetubuhan sampai penyimpangan seks voyeurism (dilirik secara seksual). Anak-anak tidak pernah didesain oleh Tuhan untuk memiliki energi seks dalam bentuk apapun dalam jiwa (dan tubuh) mereka.
Kekerasan seksual ini sobat GEMPA, bisa datang dari orang-orang dewasa atau remaja awal (secara eksplisit atau halus). Dapat meninggalkan berbagai macam bentuk yang berbeda. Ini dapat dilihat dari bagaimana perasaan seorang anak terhadap tubuhnya, perasaan dilindungi, kemampuan untuk percaya dan dipercaya, serta keamanan dirinya.
Sobat GEMPA, banyak orang dewasa yang mengalami pelecehan seksual sebagai remaja bersalah dan bertanggung jawab secara pribadi, terutama jika timbul perasaan nikmat dalam diri mereka. Yang lebih menghancurkan bagi mereka adalah kebenaran yang menyedihkan bahwa keinginan yang wajar akan kasih, kepedulian, dan perhatian dipenuhi secara tidak wajar oleh pelaku pelecehan tersebut.
Namun sebenarnya setiap orang dewasa harus mampu bertanggung jawab atas hasrat dan nafsu mereka. Serta bertanggung jawab untuk tidak menyalahgunakan kekuatan hasrat mereka dengan melampaui batasan-batasannya. Tidak seharusnya ditumpah ruahkan nafsu orang dewasa tadi kepada anak-anak kecil.
Untuk sobat GEMPA yang mungkin pernah mengalami hal serupa dan ingin melakukan pemulihan, sangat dianjurkan. Namun dalam melakukan hal pemulihan ini bukanlah suatu hal mudah. Hal itu disebabkan karena pelecehan berdampak pada setiap segi kehidupan seseorang dan tidak ada proses yang cepat bagi kesembuhan jiwa.
Nah, bagi kamu sobat GEMPA, kalau sekiranya nanti bertemu orang dewasa yang mencurigakan secara fisik dan ekspresi. Ini adalah tanggung jawab private diri kita sendiri sobat GEMPA. Apabila dihadapi dengan berani dan rendah hati, maka korban dapat memilih untuk menyerahkannya.
Beberapa pertahanan yang sobat GEMPA bisa lakukan adalah penyangkalan (memilih untuk tidak mengingat atau merasa), sikap pasif dan ketakutan, mengambil alih tanggung jawab pribadi sedangkan sebenarnya itu adalah tanggung jawab orang lain, kerahasiaan, bersumpah dalam hati, perilaku yang compulsive (yang mendorong dan berlebihan) dan kecanduan, dan terutama tidak bisa mengampuni.

Setiap area dalam hidup kita ini harus diakui secara sadar bahwa Tuhan akan selalu bersama kita sobat GEMPA. Selalu memohon perlindungan dari Tuhan adalah hal terbaik pertama yang bisa dilakukan. Lainnya gerakan dari sobat GEMPA lah yang menentukan bisa terhindar dari hal pelecehan seksual tadi. Take care sobat GEMPA.
Read More




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML